Perjalanan Umrah Part 4 (Mekkah)

Monday, March 11, 2019

"Umrah bersama Scoot Airlines", 2019

Alhamduillah ini artikel terakhir Umrah yang di Mekkah. Yang ketinggalan, ini link sebelumnya :
Link Part 1 - Persiapan Umrah.
Link Part 2 - Scoot Airlines.
Link Part 3 - Madinah.

Perjalanan Umrah puncaknya adalah berada di kota Mekkah, dimana disini betul-betul merasakan keharuan luar biasa melihat Ka'bah dan semua yang beribadah. Memang kotanya tidak setenang Madinah, tapi tetap rasanya sama-sama terharu.

Begitu melihat Ka'bah justru aku penasaran sama Kiswah, kain penutup Ka'bah. Walau ga bisa sedekat itu. Tapi tahu ga, konon satu buah kain Kiswah menghabiskan dana pembuatan hingga kira-kira Rp. 43 miliar. Karena terbuat dari sutera dan emas. Dan digantinya setiap tahun, lalu dipotong kecil-kecil untuk dibagikan sebagai hadiah bagi kalangan tertentu oleh pemerintah.

Pas kecil inget cerita sejarah Ka'bah, lihat bentuknya di buku pelajaran yang tampak sederhana, tapi begitu masa sekarang melihat Ka'bah, dikelilingi gedung yang super tinggi, rasanya kini berbeda jauh persepsi tentang Mekkah. Termasuk Zamzam Tower sebagai bangunan termahal di dunia yang bikin pegal kepala pas ngedangak lihat tower-nya, hahaha.


Perjalanan Umrah dimulai saat bis menuju Miqat, di Masjid Bir Ali. Setelah shalat sunnah di masjid ini, mulailah berniat Ihram. Wah tegang banget loh, khawatir lupa cuci tangan pakai sabun atau tisu basah, hahaha. Bukan apa-apa, kan sayang juga kalau jadi bayar denda/Dam.

Menurut aku masjidnya indah, berbeda sama kebanyakan bentuk masjid lainnya. Disini karena banyak pria yang berganti pakaian ihram, jadi disediakan 512 toilet dan 566 kamar mandi! Pemandangan paling kerasa bedanya, banyak orang bule. Karena di Madinah aku ga lihat sama sekali. Mungkin mereka memang tidak ke Madinah, langsung Miqat saja disini dan melaksanakan Umrah.

Dari Miqat, menuju ke Mekkah, lumayan jauh sekitar 5-6 jam perjalanan. Aku inget banget, sampai Mekkah sudah malam sekali. Begitu sampai hotel udah tepar juga, karena ya lumayan lelah perjalanannya. Check-in di Safwah Royale Orchid, lalu ga lama turun ke bawah untuk Umrah. Eh ga tahunya pintu exit langsung halaman masjid, Masha Allah sedekat itu. Sampai hilang lelahnya karena merinding takjub.

Doa memasuki Mekkah :
"Ya Allah, kota ini adalah Tanah Haram-Mu dan tempat yang aman. Maka hindarkanlah dagingku, darahku, rambutku dan kulitku dari neraka. Amankanlah aku dari siksa-Mu pada hari Engkau membangkitkan kembali hamba-hamba-Mu. Masukkanlah aku ke dalam golongan wali-wali-Mu dan ahli tha’at pada-Mu. Aamin".


Jadi jam 11 malam kita mulai Tawaf, enak banget suasananya adem, walau buanyaakkk sekali belalang dimana-mana yang bisa tiba-tiba hinggap di badan ga mau lepas, tapi menurut aku Tawaf dan Sai' jam segini tuh nyaman dan lebih sepi. Begitu lihat jam, ternyata sudah pukul 2 malam selesai melaksanakan Umrah dan istirahat di depan hotel. Itu salah satu foto yang aku ambil setelah selesai Umrah.

Mencium Hajar Aswad bisa sangat sulit, tapi di rombongaku hampir semua berhasil. Aku pribadi ga sanggup karena katanya perjuangan fisik sekali. Memang ada trik khusus, dan paling enak pas jam orang-orang sedang sarapan pagi setelah shalat Subuh. Ada cerita lucu teman kita, jadi saat shalat berjamaah pun, yang didepan Hajar Aswad bisa langsung loncat kesitu begitu imam baru selesai salam. Kebayang ga banyak jemaah begini, padahal baru selesai shalat, demi bisa secepat kilat sampai di depan Hajar Aswad.

Selalu ingat, shalat disini pahalanya 100.000 kali di bandingkan dengan masjid lainnya.

Selesai itu akhirnya kita semua istirahat balik ke hotel, dan bersyukur aku sama sekali ga mengalami kendala pas Umrah, tapi ga tahunya ga lama mulai sakit tenggorokan dan meriang, saking kelelahan luar biasa dan kurang tidur juga. Jadi pas Subuh ga ikut ke masjid, shalat di kamar untuk istirahat, karena perjalanan masih sisa 4 hari lagi. Ternyata di kamar itu ada speaker yang live pas Adzan dan sekaligus menyiarkan shalat Subuh.

Pas disaat itu cuma bisa berdoa aja, minta disembuhkan Allah, diangkat penyakitnya. Dan kemudian bangun tidur pun sembuh! Masha Allah, berdoa disana segitu dimudahkan.


Ini adalah kamar kita di Al Safwah Royale Orchid. Lebih mini ukurannya daripada yang di Madinah, tapi ya cuma buat numpang tidur sebentar, no problemo. Breakfast area juga menyenangkan sekali, melihat halaman masjid. Lokasinya persis di sebelah kanan Zamzam Tower. Kalau turun kebawah isinya pertokoan dan food court.

Di Zamzam Tower hotelnya lebih jauh buat jalan ke halaman masjid, escalator-nya terlalu banyak. Sementara di Safwah simpel, turun 2 kali langsung keluar. Kalau disini juga wajib banget ke supermarket Bin Dawood. Jangan belanja di supermarket lain, karena menurutku disini udah komplit buat beliin camilan lucu-lucu apalagi buat anak. Lokasinya masih di halaman masjid juga.


Saat waktu shalat, penuhnya luar biasaaaaaaa. Aku bahkan sampai ga bisa jalan pas shalat Jumat, betul-betul terhimpit, jadi lebih baik tunggu 15 menit baru keluar area Ka'bah. Nah pas bukan jam shalat, bisa keliling area Ka'bah buat tahu spot shalat lainnya. Aku paling suka yang di lantai paling atas, enaknya Ashar, Maghrib, Isya'. Entah kenapa lebih nyaman. Kalau di lantai Ka'bah terlalu banyak yang lalu lalang di depan kita pas duduk.

Mau foto-foto juga bisa asal pake handphone atau mini pocket camera. Jangan heboh foto-foto, disini kan tempat ibadah bukan studio foto, hihi. Oh ya kalau shalat di atas, jangan kelupaan lepas kacamata kita, hehehe. Aku sempet lupa karena saking silaunya, eh pas shalat kok dipake, tapi langsung kulepas begitu nyadar.


Terus disela-sela waktu, kita bisa city tour juga keliling kota Mekkah. Kemarin itu ke Jabal Rahmah (tempat bertemunya Nabi Adam dan Hawa), ke Gua Hira tempat Rasulullah menerima wahyu (cuma di depannya aja karena kalau beneran mau masuk, butuh 1 jam menaiki 600 anak tangga), melihat Arafah dan Mina (takjub lihat tenda untuk haji sebanyak itu), ke Muzdalifah nemenin yang lain ambil Miqat lagi, lanjut Umrah kedua. Aku pribadi ga ikut.


Nah selama disana, biar lancar komunikasinya, apalagi selalu video call terus sama anak-anak tanpa khawatir quota habis, aku pakai Java Mifi paket Umrah unlimited. Sebelumnya di Jepang, Korea, Hong Kong dan Aussie, aku alwaysssss sewa di Java Mifi dengan alasan gampang ambil dan balikinnya karena sebelah kantor suami. Eh ternyata sekarang lebih canggih, bisa di kurir dan bisa balikin di Alfamart, atau ya ambil dan balikin pas lagi di bandara.

Alasan selalu lebih nyaman dengan pocket wifi, karena bisa dipakai ke banyak gadget, anak-anak bisa pakai nonton Youtube, kita tetep bisa pake buat internetan. Udah gitu baterainya bisa seharian awet, sekaligus bisa berfungsi jadi power bank.

Jadi itulah seluruh cerita pengalaman kita Umrah kemarin dengan Scoot Airlines dan Zamzam Wisata. Terima kasih banyak buat yang sudah pada nanya via Instagram, kita coba jawabin disini satu persatu. Semoga teman-teman juga berkesempatan sama, merasakan beribadah ke tanah suci.

"Allahummaj’alahu hajjan mabruura, wa sa’yan masykuura, wa dzanban maghfuura.
Ya Allah jadikan haji ini sebagai haji yang mabrur, sa’i yang penuh berkah, dan pengampun bagi dosa".

  • Share:

You Might Also Like

0 comments